Kanker Tumor

Kanker sering dikenal sebagai tumor, tetapi tidak semua tumor disebut kanker. hingga saat ini masyarakat masih menyalah artikan pengertian tumor dan kanker adalah sama. Padalah kedua penyakit ganas ini ternyata berbeda. Tumor merupakan satu sel liar yang berada di bagian tubuh dan terus membesar di lokasi yang tetap atau tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Akibatnya, terdapat benjolan di bagian tubuh tertentu. Karena itu, munculnya benjolan di bagian tubuh tertentu, baik disertai rasa sakit maupun tidak patut diwaspadai sebagai tumor. Jika tidak diobati secara benar sel tumor bisa berubah menjadi kanker.

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali dan akan terus membelah diri. Selanjutnya, sel kanker akan menyusup ke jaringan sekitarnya (invasif) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, serta menyerang organ-organ penting dan syaraf tulang belakang.

Dalam keadaan normal, sel tubuh hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya, sel kanker akan terus membelah walaupun tubuh tidak memerlukannya. Akibatnya, akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel baru tersebut akan mendesak dan merusak jaringan normal sehingga mengganggu organ yang ditempatinya.

Setiap benjolan yang terdapat di dalam atau di luar tubuh biasanya disebut dengan istilah tumor. Tumor ada dua macam yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak biasanya tidak berbahaya karena tidak tumbuh membesar dan tidak menyebar ke luar jaringan. Sementara itu, tumor ganas merupakan kanker yang tumbuh dengan cepat serta tidak terkendali dan merusak jaringan lain.

Ada tahapan tiga tahapan sel normal berubah menjadi sel ganas (kanker) :

1. Tahap prakarsa (initiation phase), tahap ini memiliki ciri-ciri terjadinya perubahan gen dari sel normal menjadi sel kanker.

2. Tahap promosi (promotion phase) yaitu tahapan perkembangan tumor yang biasanya dipicu oleh sel-sel abnormal yang berhasil hidup (survive) dan terus membelah diri

3. Tahap progresi (progression phase), tahapan ketiga terjadi pertumbuhan tak terkendali sel-sel abnormal tersebut sehingga ukuran tumor menjadi sangat besar dan atau sel-sel kanker mulai menyebar ke jaringan atau organ lain.

Gambar di bawah ini mengilustrasikan bagaimana sel normal berubah menjadi tumor jinak, selanjutnya menjadi ganas, tumbuh tak terkendali, kemudian menyusup ke dalam jaringan darah dan menyebar ke organ lain.

Keterangan :

1. Sel-sel yang tumbuh sebagai tumor jinak di jaringan epitel
2. Sel-sel tumor yang menerobos lamina basalis
3. Sel tumor menyerang pembuluh kapiler (perjalanan melalui aliran darah kurang dari 1 di dalam 1000 sel akan bertahan dan bermetastasis
4. Sel tumor melekat atau menempel di dinding pembuluh darah di hati
5. Sel mulai keluar dari pembuluh darah
6. Sel berkembang biak dan bermetastasis di dalam hati

Posted in Kanker Tumor | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Dan Tumor Payudara

Payudara yang sehat adalah payudara dalam keadaan tidak ditemukan kondisi atau kelainan dari pemeriksaan yang dilakukan dengan imaging atau pencintraan payudara, baik yang mamografi, atau juga pemeriksaan ultrasonografi (USG), dan juga tidak dirasakan tidak nyaman. Kelainan payudara biasanya perlu menjadi sorotan, karena jika tidak ditangani dengan segera maka bisa menyebabkan resiko yang berbahaya salah satunya adalah kanker dan tumor payudara.

Penyakit kanker dan tumor payudara berbeda gejalanya. Biasanya gejala awal dari terjadinya tumor payudara adalah munculnya suatu benjolan yang besarnya hanya sebesar kelereng. Biasanya benjolan ini tidak akan teraba dengan tangan saat ukurannya masih dalam ukuran kecil. Penyakit tumor payudara ini bisa bersifat jinak namun juga bisa bersifat ganas. Kemungkinan adalah rasa nyeri, namun rasa nyeri ini tidak ada hubungannya dengansaat datang menstruasi.

Sedangkan penyakit kanker payudara adalah suatu benjolan yang berbeda dari jaringan yang ada pada payudara dan sekitarnya, tidak menimbulkan rasa nyeri dan biasanya pinggirannya berbentuk tidak teratur. Pada gejala yang terlihat di stadium pertama, jika didorong dengan jari tangan, biasanya benjolan ini bisa digerakkan dengan gampangnya dan dengan mudahnya dibawah kulit. Dan pada stadium lanjutr, biasanya benjolan ini melekat di dinding dada atau juga kulit yang ada pada sekitarnya. Pada penyakit kanker payudara stadium lanjut biasanya benjolan ini akan berbentuk benjolan yang sifatnya membengkak atau juga memperlihatkan borok di kulit payudara.

Kanker dan tumor payudara ini merupakan dua masalah yang sangat berbahaya. Oleh sebab itulah, perlu penanganan yang diakukan dengan cepat agar tidak menimbulkan dan mengakibatkan resiko yang berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Banyak penanganan yang dilakukan dimulai dengan pasca penialaian yang menyeluruh pada koondisi penderita, yakni sekitar satu minggu misalnya atau lebih setelah melakukan biopsy. Penganan penyakit kanker payudara ini biasanya terdiri dari penyinaran dan pembedahan, kemoterapi dan juga obat dalam menghambat hormon.

Tujuan dari penyinaran ini dilakukan adalah untuk membunuh sel-sel kanker yang ad pada tempat pengangkatan tumit dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.

Posted in Kanker Tumor | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Pada Manusia

Kanker berhubungan dengan kita semua. Kita semua mengenal orang-orang yang pernah terkena penyakit kankerpada manusia. Terkadang mereka sembuh, terkadang mereka meninggal. Terkadang berlangsung cepat, terkadang lambat, bahkan sangat lambat. Terkadang ada rasa nyeri dan sering yang bersangkutan merasa lelah, sangat lelah. Akhirnya kanker sesudah bertahun-tahun dapat kambuh kembali.

Kebanyakan penyakit kanker pada manusiabermula dari sel-sel epitel. Kanker-kanker ini disebut karsinoma. Selain itu, jauh lebih jarang terjadi akibat sarcoma yang bermula dari jaringan otot, jaringan lunak lain, dan tulang. Karena jaringan-jaringan ini tidak memiliki system limfe, seperti organ sel-sel epitel, sirkoma ini tidak menyebabkan penyebaran ke kelenar limfe. Namun, karena penyebarannya lewat darah, metastatis sarcoma dapat terjadi dimana-mana di dalam tubuh, khususnya pertama-tama di paru. Limfoma ganas terjadi dijaringan limfe, terutama dikelenjar limfe yang dapat ditemukan di hampir seluruh tubuh. Proses ganas ini meluas nyaris hanya ke jarungan limfe saja. Pertumbuhan  ganas sel-sel darah meluas di pembuluh saluran darah sebagai kanker  darah. Paling banyak terdapat aneka bentuk leukemia yang berasal dari berbagai sel darah putih (leukosit).

Pada penyakit kanker pada mansuia, sel-sel epitel membentuk lapisan luar kulit dan selaput lendir. Selaput lendir adalah lapisan dalam yang menutupi semua struktur saluran di dalam tubuh, kecuali pembuluh darah dan limfe. Struktur saluran adalah jalan pernapasan dari hidung sampai ke dalam paru-paru, system pencernaan dari mulut sampai ke dubur (lengkap dengan saluran empedu, hati dan kelenjar ludah perut (pankreas), ginjal dan saluran kemih, organ-organ kelamin dan hampir semua kelanjr. Jadi kebanyakan penyakit kanker kulit, tenggorokan, paru-paru, lambung, usus, kandung kemih, prostat, rahim, indung telur, hati, dan payudara merupakan bentuk karsinoma.

Epitel mempunyai dua fungsi yaitu melindungi dan memproduksi cairan. Demikianlah, epitel membentuk pemisah (sekat) yang melindungi terhadap kekerasam dunia lewat kulit yang kuat, satu lapisan kulit, bukan tanpa alasan, disebut kulit belulang. Selaput lendir yang menutupi  secara tak kurang efektifnya, memberikan perlindungan bagi jalan pernapasan, saluran usus, organ-organ kelamin dan saluran kemih terhadap basil-basil yang membuat sakit para penyerbu yang masuk lewat lubang-lubang tubuh seperti mulut, hidung, dubur, vagina dan saluran kemih.

Fungsi kedua dari epitel ialah memproduksi cairan dan getah melalui kelenjar yang terletak atau bermuara di kulit dan selaput lendir. Di kulit dan dalam selaput lendir ada kelenjar-kelenjar besar  seperti kelenjar hati, pankreas, prostat, dan payudara di samping kelenjar-kelenjar kecil yang tidak terhitung jumlahnya. Getah yang dikeluarkan berfungsi untuk membasahi dan membersihkan (saluran udara dan paru-paru), pencernaan (ludah, empedu, getah, lambung dan usus), makanan (susu ibu) dan mengatur serta menurunkan suhu badan (keringat). Selain itu kelenjar yang melimpahkan produksnya ke luar yang disebut eksokrin ada juga kelenjar yang melepaskan produknya ke dalam langsung ke jalan peredaran darah dan disebut endokrin. Contohnya kelenjar gondok, anak ginjal (adrenalin) dan pankreas (insulin).

 

 

Posted in Kanker Tumor | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Tumor Payudara

Payudara adalah alat tubuh yang letaknya di permukaan, sehingga apabila terjadi kelainan (tumor) mudah diketahui oleh si penderita sendiri atau dokter yang memeriksa. Namun demikian, karena kanker payudara pada fase (stadium) awal tidak menimbulkan rasa sakit dan adanya benjolan kecil pada payudara sering tidak diperhatikan, maka biasanya tumor/kanker payudara diketahui setelah mencapai stadium lanjut. Dengan demikian sangat sulit diobati, karena sudah menyebar ke alat tubuh lainnya.

Gambar: Tumor payudara (berwarna biru)

Menurut statistik yang ada pada laboratorium Patologi Anatomi di seluruh Indonesia, frekuensi menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki peringkat kedua terganas di antara berbagai tumor ganas pada wanita.

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling diderita wanita. Sekitar 6% wanita mengalaminya dan satu di antara 20 penderita mengalami kematian. Pemeriksaan payudara oleh penderita sendiri atau dokter dan pengambilan gambar sinar x terhadap payudara wanita merupakan upaya penting untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin.

Wanita yang tinggi dan gemuk, lebih gampang terserang kanker ini daripada mereka yang pendek dan kurus. Kanker payudara lebih gampang menyerang wanita yang pernah memiliki tumor atau kista di payudaranya.

Posted in Kanker Tumor | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kanker

Kanker adalah kelainan genetik yang merupakan akibat dari peristiwa-peristiwa mutasional berganda. Mutasi-mutasi tersebut mengubah fungsi normal suatu sel sehingga sel itu menjadi memiliki ciri-ciri berikut :

1. Sel menjadi immortal yaitu mampu melakukan pembelahan sel secara tak terbatas.

2. Sel menjadi independen dari kontrol-kontrol selular normal yang membatasi pertumbuhan dan pembelahan

3. Sel itu menjadi invasif dengan menybar ke jaringan-jaringan lain dalam sebuah proses yang disebut metastasis.

Satu sel kanker mampu membelah menjadi massa klonal sel yang disebut tumor. Kanker adalah pertumbuhan ganasnya dan kecenderungannya untuk menyebar.

Kanker berhubungan dengan kita semua. Kita semua mengenal orang-orang yang perah terkena penyakit kanker. Terkadang mereka sembuh, terkadang mereka meninggal. Terkadang berlangsung cepat, terkadang lambat bahkan sangat lambat. Terkadang ada rasa nyeri dan sering yang bersangkutan merasa lelah, sangat lelah. Akhirnya, kanker sesudah bertahun-tahun dapat ‘kambuh” kembali.

Kata kanker berasal dari kata Yunani, karkinos yang berarti udang karang dan merupakan istilah umum untuk ratusan tumor ganas yang masing-masing sangat berbeda satu sama lain.

Posted in Kanker Tumor | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tumor

Tumor adalah sekumupulan sel yang membelah diri dengan sangat cepat sehingga tumbuh dan jumlahnya menjadi banyak secara tidak terkendali. Untuk beberapa jenis tumor tertentu. Kumpulan sel yang tumbuh cepat ini terlihat sebagai benjolan jika sudah mencapai tahap yang cukup lanjut. Misalnya pada tumor payudara, biasanya deteksi sederhana dilakukan dengan meraba apakah ada benjolan atau tidak di payudara.

Begitu juga tumor hati atau paru-paru dapat dikenali dengan adanya benjolan atau pembesaran atau pertumbuhan tidak normal pada organ tersebut jika difoto dengan sinar rontgen. Namun demikian, tidka semua tumor harus terlihat sebagai benjolan. Banyak jenis tumor yang tidak mudah terlihat seperti benjolan.

Banyak jenis tumor yang tidak mudah terlihat sebagai benjolan, apalagi pada stadium (tahap) awal. Selama kita hidup secara normal, sel-sel tubuh kita selalu membelah untuk memperbanyak jumlahnya. perbanyakan jumlah sel ini dilakukan tubuh untuk menggantikan sel-sel yang secara rutin mengalami kematian dan juga untuk menambah jumlah sel tumbuh pada masa pertumbuhan. sela akan mati jika sudah mencapai masa tertentu. Ini adalah kematian sel yang normal.

Tumor ada yang jinak dan adapula yang ganas. Tumor disebut jinak antara lain jika kecepatan pembedahan sel-selnya relatif tidak terlalu tinggi dan sel-sel hasil pembelahan yang cepat tersebut masih menunjukkan keabnormalan yang relatif rendah.

Tumor jinak biasanya terbungkus oleh semacam selaput yang membuat jaringan. Kumpulan sel-sel tumor ini terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Itu sebabnya tumor jinak umumnya relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan. tumor jinak biasanya tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Tumor ganas inilah yang kita sebut kanker. Tumor ganas umumnya dapat menyerang dan merusak jaringan di sekitarnya. Sel-sel tumor juga dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke bagian-bagian tubh yang lain.

Posted in Kanker Tumor | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Stadium Kanker

Sistem TNM merupakan sistem standar dalam menentukan stadium kanker. Pada sitem TNM, kanker ditandai dengan kategori T, N, dan M.
T menggmbarkan tumor primer, dengan pembagian :
- Tx berarti tumor tak terukur
- T0 berarti tidak terdapat bukti bahwa tumor ada
- Tis berarti kanker in situ (kanker belum menyebar ke jaringan sekitarnya)
- T1, T2, T3, T4 berarti ukuran tumor dan evel invansi kanker terhadap jaringan sekitarnya.

Menggambarkan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening setempat :
- Nx berarti penyebaran kanker ke kelenjar getah bening tak dapat dievaluasi/ ditentukan
- N0 berarti kelenjar getah bening setempat tidak mengandung kanker.
- N1, N2, N3, menggambarkan ukuran, lokasi dan / atau jumlah kelenjar getah bening yang terpengaruh.

M menggambarkan metastatis (penyebaran kanker ke bagian daerah lain):
-Mx berarti penyebaran kanker tidak dapat ditentukan
-M0 berarti tidak terdapat bukti bahwa metastatis ada.
-M1 berarti penyeberan jauh kanker terdapat

 

Setiap jenis kanker memiliki versi tersendiri dalam penentuan stadiumnya. Jadi, huruf dan angka tidak selalu berarti sama dengan jenis kanker lain. Misalnya pada beberapa kanker, pembagian stadium dapat dibagi lagi menjadi T3a dan T3b, sementara yang lain tidak memiliki kategori N3.
Jadi bila kanker seseorang disebut sebagai T1N2M0, berarti itu adalah tumor kecil (T1), tetapi telah menyebar ke kelenjar getah bening regional (N2) dan tidak memiliki metastatis terdeteksi (M0).
Selain sitem TNM, penggolongan jenis lain berupa stadium I, II, IIIatau IV (kadang-kadang staidium ini dapat dibagi lagi misalnya IIa, atau IIIb)
Stadium 0 adalah kanker in situ pada hampir semua kanker. artinya kanker masih dalam stadium dini, belum terdapat penyebaran kanker. Tetapi tidak semua kanker memiliki stadium 0.
Stadium I memiliki harapan hidup yang baik, sementara stadium diatasnya memiliki harapan hidup yang lebih buruk, walaupun pada banyak kasus masih dapat di obati.
Stadium kanker tidak berubah sesuai perkembangan kanker, kanker yang timbul kembali atau sudah sampai tahap menyebar tetap didiagnosa dengan stadium saat pertama kali ditemukan dan didiagnosa.
Misalnya seorang wanita pertama kali didiagnosa dengan kanker payudara staidium II dan telah mendapat pengobatan. Kemudian kanker tersebut muncul kembali dan menyebar ke tulang. Diagnosa wanita tersebut bukan kanker payudara stadium Iv namun tetap diagnosa kanker payudara stadium II, dengan tambahan diagnosis berupa kanker payudara stadium II dengan metastase ke tulang.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Pengobatan Kanker

Untuk sebagian besar kanker, cara mengetahui apakah suatu metode pengobatan yang sedang diterapkan berhasil atau tidak dilakukan dengan CT-stan, PE scan, dan tumor marker.
Pemeriksaan-pemeriksaan itu dilaksanakan untuk melihat apakah ada penyusutan tumor, peningkatan dalam ukuran penyakit terukur atau lesi baru (menunjukan kemajuan), atau temuan stabil. Hasil pemeriksaan setelah pengobatandan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelum pengobatan.

PET (positron emission tomography) dianggap sangat efektif dalam mengidentifikasi apakah kanker hadir atau tidak, apakah telah menyebar, bagaimana hasil pengobatan, dan jika seseorang telah bebas dari kanker setelah pengobatan. Kanker efektif dideteksi oleh PET antara lain kanker di paru-paru, kepala dan leher, usus, esofagus, limfoma, melanoma, payudara, tiroid, serviks, pankreas dan otak.
PET sangat sensitif dalam menentukan tingkat penyakit, terutama di limfoma, melanoma gnas, payudara, paru-paru, usus besar, dan kanker leher rahim. Konfirmasi penyakit metastatis memungkinkan dokter dan pasien untuk lebih akurat memutuskan apakah anda melanjutkan pengobatan yang sedang dilakukan.
PET saat ini juga dianggap sebagai prosedur diagnostik yang paling akurat untuk mengethaui kekambuhan pasca-bedah. pendekatan seperti ini memungkinkan untuk pengembangan rencana perawatan yang lebih rasional bagi pasien.
Tingkat metabolisme tumor dibandingkan di scan PET yang diambil sebelum dan sesudah siklus kemoterapi. sebuah respon diambilsebelum dan sesudah siklus kemoterapi. Sebuah respon yang suskse terlihat pada scan PET sering mendahului perubahan dalam anatomi dan karena itu akan menjadi indikator awal respon tumor yang lebih cepat terlihat daripada dengan modalitas diagnostik lainnya.
Cara lain mengetahuinya efektivitas pengobatan penanda tumor. Penanda tumor adalah zat yang dapat ditemukan dalam tubuh (biasanya dalam darah atau urine) ketika kanker hadir. Seiring dengan tes lain, penanda tumor dapat digunakan untuk membantu menunjukan apakah kanker hadir, untuk menentukan jenis kanker, dan dalam beberapa kasus untuk membantu menunjukan jika pengobatan kerja.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Kemoterapi Kanker

Waktu yang dibutuhkan untuk merasakan atau pulihnya efek samping kemoterapi tergantung pada banyak hal, termasuk kesehatan anda secara keseluruhan dan jenis kemoterapi yang anda jalani.
Beberapa efek samping yang lebih umum dari kemoterapi dan cara mengatasinya antara lain : kelelahan, mual dan muntah, nyeri, rambut rontok, anemia, infeksi, masalah pembekuan darah, masalah pada mulut, gusi, dan tenggorokan, diare dan sembelit, efek pada syaraf dan otot, efek pada kulit dan kuku, dan efek pada kandung kemih.
Bila merasa mual setelah kemoterapi, yang bisa dilakukan antara lain menghindar makan besar untuk setidaknya beberapa jam sebelum kemoterapi jika mual biasanya terjadi selama kemoterapi, makan makanan ringan sebelum pengobatan, sering makan, dan minum dalam jumlah kecil dan secara perlahan. Makan dan minum yang dingin, mengisap permen, bernapas dalam dan erlahan saat merasa mual, mengalihkan perhatian dengan mengobrol dengan teman atau keluarga, mendengarkan musik, atau menonton TV, menggunakan teknik relaksasi, menghindari makanan manis, girengan , atau berlemak.
Beberapa jenis obat kemoterapi berefek diare atau sembelit. Bahkan ada yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dirawat.
Bila diare, kurangi makanan berserat, seral, buah dan sayur, minum banyak untuk menggantikan cairan yang hilan. Bila sembelit, perbanyak makanan berserat, dan olahraga ringan bila memungkinkan.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pemeriksaan Kanker Payudara

Memeriksa payudara sendiri (Sarani/Sadari) adalah cara sederhana untuk mengetahui secara dini adanya benjolan yang bisa saja merupakan gejala awal dari kanker payudara. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan seminggu sesudah menstruasi, ketika kondisi payudara lunak dan longgar, sehingga memudahkan perabaan.
Untuk wanita yang sudah mengalami menopause boleh dilakukan kapan saja, asal rutin setia bulan. Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat diri anda resah segera konsultasikan ke dokter.

Cara pemeriksaan :
-Melihat 
Tanggalkan seluruh pakaian bagian atas. Berdirilah depan cermin dengan kedua lengan tergantung lepas, di dalam ruangan yang terang. Perhatikan payudara anda, apakah bentuk dan ukurannya kanan dan kiri simetris?
apakah bentuknya membesar/ mengeras? apakah arah putingnya lurus ke depan? atau berubah arah ? apakah putingnya tertarik ke dalam? apakah puting/ kulitnya ada yang lecet ? apakah kulitnya tampak kemerahan? kebiruan? kehitaman?
apakah kulitnya tampak menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk) / apakah permukaan kulitnya mulus, tidak tampak adanya kerutan atau cekunan ?
Ulangi semua pengamatn diatas dengan psosisi kedua tangan lurus ke atas. Setelah selesai, ulangi lagi pengamatan diatas dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Setelah selesai, ulangi lagi pengamatan dengan kedua tangan di pinggang, dada dibusungkan, kedua siku ditarik kebelakang.
-Memijat
Dengan edua tangan, secara lembut pijat payudara dan tepi hingga ke puting, untuk mengetahui ada-tidaknya cairan yang keluar dari puting susu (seharusnya tidak ada, kecuali anda sedang menyusui)

-Meraba
Sekarang berbaringlah diatas tempat tidur untuk memeriksakan payudara satu demi satu. Untuk memeriksa payudara kiri, letakkan sebuah batal tipis dibawah bahu kiri, sedang lengan kiri direntangkn ke atas disamping kepala atau diletakkan di bawah kepala.
Gunakan keempat jari tangan kanan yang saling dirapatkan untuk meraba payudara. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar, mulai dari tepi payudara hingga ke puting susu. Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya, dan lakukan lagi gerakan memutar dari tepi payudara sampai puting susu.
Lakukan terus secara berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Anda bisa menggunakan lotion atau sabun sebagai pelicin.
Gerakan memutar boleh juga dilakukan mulai dari puting susu, melingkar semakin lebar ke arah tepi payudara ; atau secara vertikal ke atas dan ke bawah mulai dari tepi paling kiri hingga ke tepi paling kanan. Yang penting tak ada yang terlewatkan.
Perlu diperhatikan bahwa masing-masing gerakan memutar harus dilaksukan dengan kekuatan tekanan darah yang berbeda-beda, setidaknya dengan tiga macam tekanan. Pertama-tama dilakukan dengan tekanan ringan untuk meraba adanya benjolan didekat permukaan kulit, yang kedua dengan tekanan sedang untuk meraba adanya benjolan ditengah-tengah jaringan payudara, yang ketiga dengan tekanan cukup kuat untuk merasakan adanya benjolan didasar payudara, dekat dengan tulang dada/ iga.
Setelah selesai dengan payudara kiri, pindah posisi bantal dan lengan, lakukan pemeriksaan pada payudara kanan dengan menggunakan keempat jari tangan kiri. Kemudian ulangi perabaan tetapi dalam posisi berdiri. Daerah ketiak dan sekitar payudara juga perlu diraba untuk mengetahui adanya benjolan yang diduga enyebaran kanker.
Bila dalam pemeriksaan payudara sendiri ini anda akan menemukan suatu kelainan (misal benjolan, sekecil apapun) segera periksakan ke dokter. Jangan takut dan jangan tunda lagi. Karena kanker payudara yang ditemukan pada tahap dini dan ditangani secara benar akan sembuh secara tuntas.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment