Kanker Tumor Payudara

Kanker Tumor Payudara – Payudara adalah alat tubuh yang letaknya di permukaan, sehingga apabila terjadi kelainan (tumor) mudah diketahui oleh si penderita sendiri atau dokter yang memeriksa. Namun demikian, karena kanker payudara pada fase (stadium) awal tidak menimbulkan rasa sakit dan adanya benjolan kecil pada payudara sering tidak diperhatikan, maka biasanya tumor/kanker payudara diketahui setelah mencapai stadium lanjut. Dengan demikian sangat sulit diobati, karena sudah menyebar ke alat tubuh lainnya.

Kanker Tumor Payudara

Kanker Tumor Payudara

Kanker Tumor Payudara

Menurut statistik yang ada pada laboratorium Patologi Anatomi di seluruh Indonesia, frekuensi menunjukkan bahwa Kanker Tumor Payudara menduduki peringkat kedua terganas di antara berbagai tumor ganas pada wanita.

Kanker tumor payudara merupakan jenis kanker yang paling diderita wanita. Sekitar 6% wanita mengalaminya dan satu di antara 20 penderita mengalami kematian. Pemeriksaan payudara oleh penderita sendiri atau dokter dan pengambilan gambar sinar x terhadap payudara wanita merupakan upaya penting untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin.

Wanita yang tinggi dan gemuk, lebih gampang terserang kanker ini daripada mereka yang pendek dan kurus. Kanker payudara lebih gampang menyerang wanita yang pernah memiliki tumor atau kista di payudaranya.

Penyakit kanker tumor payudara bisa diakibatkan karena 3 pengaruh yang penting seperti dibawah ini :

  1. Faktor genetik
    Faktor genetik merupakan salah satu pengaruh dalam hal peningkatan terjadinya penyakit kanker payudara. Dan pada suatu penelitian yang dilakukan pada tikus dengan galur yang sensitif pada penyakit kanker, lewat persilangan genetik yang bisa didapatkan dari tikus yang menderita penyakit kanker. Ada juga faktor turunan pada suatu keluarga yakni pada lokus kecil kromosom 17q21 pada penyakit kanker payudara yang bisa muncul di usia muda seseorang.
  2. Hormon
    Terjadinya kelebihan hormon estrogen endogen atau juga terjadinya ketidakseimbangan pada hormon akan terlihat dengan lebih jelas pada penyakit kanker payudara. Banyaknya faktor resiko yang didapat bisa disebutkan misalnya seperti masa reproduksi yang lebih lama, mulpira dan juga usia tua yang mempunyai anak pertama. Wanita post menopause dengan penyakit tumor tumor ovarium fungsional bisa terkena penyakit tumor payudara, hal ini disebabkan karena terjadinya kelebihan hormon estrogen. Dan suatu penelitian yang menyebutkan jika kelebihan dalam hal jumlah hormon estrogen yang ada di dalam air seni, serta frekuensi ovulasi dan juga usia saat menstruasi biasanya juga dihubungkan dengan resiko meningkatnya terkena penyakit kanker payudara. Epitel dari payudara yang normal biasanya mempunyai reseptor estrogen dan juga progesteron. Dan keua dari reseptor ini kemudian ditemukan secara sebagian besar pada penyakit kanker payudara. Serta berbagai bentuk dalam hal growth promoters (transforming growth factor alpha/epitelial growth factor, PDGF) disekresi lewat sel kanker payudara manusia. Banyaknya penelitian yang menyatakan bahwa growth promoters ini juga terlibat di dalam suatu sistem mekanisme autokrin dan juga penyakit tumor. Produksi dari GF ini biasanya tergantung dari hormon estrogen, sehingga interaksi yang terjadi antara hormon yang ada di dalam sirkulasi, reseptor hormon yang ada di sel kanker serta GF autokrin yang bisa merangsang penyakit tumor akan terjadi lebih progresif lagi.
  3. Keadaan lingkungan
    Penyebab penyakit kanker payudara bisa diakibatkan karena pengaruh suatu lingkungan yang diduga karena antara faktor seperti alkohol, diet yang ekstrim dan diet tinggi lemak, kecanduan kopi serta infeksi virus yang terjadi. Hal ini akan bisa mempengaruhi onkogen dan juga gen supresi tumor dari penyakit sel kanker payudara.

Fase Penyakit Kanker Tumor

Penyakit kanker bisa terjadi karena adanya suatu kerusakan dan juga transformasi petookogen dan juga supessorgen sehingga bisa terjadi suatu perubahan dalam hal mencetak protein yang ada di program awal yang bisa menyebabkan terjadinya sel kanker. Karena itulah akan terjadi suatu kekeliruan dalam hal transkripsi dan juga translasi gen sehingga akan terbentuk suatu protein yang tidak normal yang terlepas dari kontrol normal oengaturan dan juga bentuk koordinasi pertumbuhan serta diferensiasi pada sel. Proses dari korsinogenesis adalah suatu proses yang berhubungan mengenai proses bertahap dalam suatu multiseps proses, dan sedikitnya terdapat 3 tahapan yakni adalah inisiasi, promosi, dan juga progresi.

  1. Inisiasai
    Tahap ini merupakan tahap awal dimana sel normal akan berubah menjadi premaligna. Karsinogen yang harus merupakan salah satu mutagen yakni adalah zat yang bisa menimbulkan suatu mutasi gen.
  2. Promosi
    Promotor merupakan salah satu zat yang bersifat non mutagen namun bisa menaikkan suatu reaksi dari karsinogen dan juga bisa menimbulkan suatu amplifikasi pada gen. Suatu promotor yang lebih dikenal adalah ester phorbol yang biasanya terdiri dari TPA (Tetradeconyl pharbol Acetat) dan juga RPA (12-Retinoyl Phorbol Acetat) yang ada di dalam minyak kroton.
  3. Progresi
    Dalam tahap ini biasanya akan terjadi suatu aktivasi, mutasi dan juga kehilangan gen. Pada ttahap progresi ini akan muncul suatu perubahan dalam hal benigna menjadi premaligna dan juga maligna. Dalam suatu proses karsinogenesis ada 3 mekanisme yang saling terlibat : 1. Onkogen yang biasa menginduksikan dari terjadinya penyakit kanker, 2. Anti-onkogen atau juga gen supressor yang bisa mencegah dari timbulnya sel penyakit kanker, 3. Gen modulator yang bisa mempengaruhi suatu penyebaran pada penyakit kanker.

Kanker Tumor Payudara


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Tumor and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>